MATARAM — Pengamanan ketat diberlakukan untuk mengawal gelaran parade pembalap MotoGP 2026 yang berlangsung di sepanjang jalan protokol Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (7/10/2026) sore. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan para atlet dunia sekaligus menjaga ketertiban masyarakat yang memadati rute parade.
Sebanyak 900 personel dikerahkan secara komprehensif dalam operasi pengamanan ini. Pasukan tersebut merupakan integrasi dari Polresta Mataram, Satuan Brimob, unsur TNI, serta dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Kesiapan seluruh elemen dibocorkan secara langsung dalam apel siaga yang digelar di Lapangan Sangkareang sebelum pawai dimulai.
"Sedikitnya ada 900 personel yang terlibat dalam pengamanan parade hari ini," kata Kombes Hendro di Mataram, Rabu.
Sinergi Lintas Sektoral dan Profesionalisme Tugas
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko menegaskan pentingnya pembagian peran yang terstruktur di setiap titik penugasan. Ia menginstruksikan agar seluruh anggota gabungan bertindak sigap dan profesional dalam menghadapi potensi gangguan di lapangan.
"Kesuksesan pawai ini sangat menentukan citra Polri, khususnya Polresta Mataram, dalam melakukan kegiatan pengamanan kegiatan berskala besar. Oleh karena itu, personel diharapkan menjalankan tugas ini sebaik-baiknya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai," ucapnya.
Selain aspek pengamanan teknis, aspek komunikasi antarinstansi juga menjadi perhatian utama demi mengantisipasi segala dinamika yang muncul selama acara berlangsung.
"Koordinasi setiap persoalan yang ditemukan di lapangan tetap harus dilakukan. Sinergi dan koordinasi antar personel gabungan harus berjalan dengan lancar," ujarnya.
Rute Parade dan Rekayasa Lalu Lintas
Parade ini merupakan salah satu menu utama dalam menyambut gelaran Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober di Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.
Pawai dimulai pukul 15.00 WITA dengan mengambil titik start dari Taman Sangkareang, bergerak ke arah barat melintasi Jalan Pejanggik. Konvoi kemudian berbelok dari perempatan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center menuju Jalan Udayana, dan berakhir di Teras Udayana yang menjadi salah satu pusat kegiatan ruang terbuka publik di Mataram.
Untuk menjaga kelancaran alur konvoi dan mencegah penumpukan kendaraan, pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas sementara. Seluruh akses kendaraan yang mengarah ke rute parade dialihkan ke jalur alternatif hingga seluruh rangkaian acara selesai diselenggarakan.
