Investasi KEK Baru 67 Persen dari Target 2026, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan III Tahun 2026, Jakarta, Rabu (21/10/2026) ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian |
VOKTIS, JAKARTA - Pemerintah mencatat realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp46 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Investasi tersebut diikuti penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.190 orang, atau sekitar 67 persen dari target tahunan sebesar Rp69,1 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pengembangan KEK perlu diperkuat untuk mendukung ambisi pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Menurut Airlangga, kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong produktivitas di berbagai wilayah.
Hingga 30 September 2026, akumulasi investasi di KEK tercatat sebesar Rp382,1 triliun. Jumlah tenaga kerja yang terserap secara kumulatif mencapai 302.262 orang.
Sementara itu, selama periode triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, investasi nasional mencapai Rp3.932 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 5,4 juta orang.
Airlangga menilai pengembangan KEK masih dapat diperluas melalui peningkatan kapasitas usaha, perbaikan layanan, dan penguatan sektor-sektor unggulan. Bidang yang menjadi perhatian meliputi kesehatan, pariwisata, industri, digital, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Di sektor kesehatan, pemerintah mendorong pengembangan fasilitas berstandar internasional di dalam negeri untuk mengurangi pengeluaran masyarakat yang berobat ke luar negeri.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan KEK kesehatan juga berpeluang menarik investasi di industri farmasi dan alat kesehatan. Pengembangan kawasan tersebut turut diharapkan membuka ruang transfer pengetahuan dari dokter asing kepada tenaga medis Indonesia.
Pada sektor pariwisata, pengembangan KEK diarahkan melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja, penyelenggaraan acara, promosi, serta pengembangan wisata kebugaran dan bahari.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan kementeriannya siap bekerja sama dalam pengembangan enam KEK pariwisata.
Di bidang industri, ekspansi kawasan diharapkan meningkatkan kapasitas investasi dan memperkuat daya saing. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menekankan perlunya peningkatan standar layanan dan fasilitas agar KEK dapat menjadi acuan bagi kawasan industri lainnya.
Penguatan kawasan juga perlu disertai kesiapan tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong KEK menjadi pusat pengembangan talenta yang menghubungkan kebutuhan industri dengan pendidikan, pelatihan vokasi, dan program magang.
Pemerintah berharap pengembangan sektor unggulan dan peningkatan kualitas tenaga kerja dapat memperbesar investasi, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Posting Komentar