Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jerawat Batu di Pipi: Perawatan Rumahan yang Aman dan Cara Mencegah Bekasnya

erawat batu di pipi bisa terasa nyeri dan meninggalkan bekas. Kenali perawatan rumahan yang aman, bahan yang perlu dihindari, dan kapan ke dokter.

Ilustrasi

VOKTIS, EDUKASI - Jerawat batu di pipi dapat terasa nyeri, meradang, dan membutuhkan waktu cukup lama untuk membaik. Perawatan rumahan bisa membantu meredakan ketidaknyamanan, tetapi bahan alami seperti lemon, bawang putih, dan baking soda belum terbukti mampu mengatasi jerawat kistik secara efektif. Cara yang lebih aman adalah menjaga kulit tetap lembut, menghindari kebiasaan memencet jerawat, dan mencari bantuan dokter kulit bila benjolan terasa dalam atau mulai meninggalkan bekas.

Mengenali jerawat batu sebelum melakukan perawatan

Jerawat batu merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan jerawat meradang yang tumbuh jauh di dalam kulit. Dalam dunia medis, benjolan yang dalam dan nyeri ini dapat berupa jerawat nodul atau kistik.

Berbeda dengan komedo atau jerawat kecil yang memiliki ujung putih, jerawat jenis ini biasanya terasa seperti benjolan di bawah permukaan kulit. Warnanya bisa kemerahan, terasa sakit ketika disentuh, dan tidak selalu memiliki bagian yang bisa dikeluarkan.

Jerawat batu dapat muncul di pipi, dagu, rahang, maupun bagian wajah lainnya. Kondisi ini berisiko meninggalkan perubahan warna kulit atau jaringan parut, terutama jika peradangannya cukup dalam atau sering dipencet.

Karena itu, tujuan perawatan bukan sekadar membuat benjolan cepat kempis, melainkan mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan kulit lebih lanjut.

7 langkah perawatan rumahan untuk meredakan jerawat batu

Tidak semua bahan yang tersedia di dapur cocok untuk kulit berjerawat. Berikut beberapa langkah yang lebih aman untuk membantu merawat jerawat batu di pipi.

1. Kompres hangat menggunakan kain bersih

Kompres hangat dapat membantu meredakan ketidaknyamanan pada benjolan jerawat yang terasa dalam.

Caranya, basahi kain bersih dengan air hangat, lalu tempelkan pada area jerawat selama sekitar 10–15 menit. Pastikan suhunya nyaman dan tidak terlalu panas.

Anda dapat mengulangi langkah ini beberapa kali sehari dengan kain yang bersih. Kompres hangat bukan cara untuk memaksa nanah keluar, sehingga jangan menekan atau memencet benjolan setelahnya.

2. Gunakan kompres dingin untuk membantu meredakan nyeri

Jika jerawat terasa bengkak atau nyeri, kompres dingin dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan untuk sementara.

Bungkus es dengan kain bersih sebelum menempelkannya pada kulit. Hindari meletakkan es batu langsung di wajah karena suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan iritasi atau cedera kulit.

Kompres dingin hanya membantu meredakan gejala. Metode ini tidak menghilangkan penyebab jerawat kistik atau mencegah seluruh risiko bekas luka.

3. Bersihkan wajah dengan pembersih lembut

Kulit berjerawat tetap membutuhkan kebersihan, tetapi mencuci wajah secara berlebihan justru dapat membuatnya semakin iritasi.

Gunakan pembersih wajah yang lembut dan tidak mengandung bahan yang membuat kulit terasa perih atau tertarik. Bersihkan wajah secara perlahan, terutama setelah berkeringat.

Hindari menggosok pipi dengan scrub kasar, sikat wajah, atau handuk yang bertekstur. Gesekan berlebihan dapat memperburuk peradangan.

4. Pilih pelembap yang tidak mudah menyumbat pori

Kulit yang berjerawat juga bisa mengalami kekeringan, terutama jika Anda menggunakan produk perawatan jerawat.

Pilih pelembap dengan keterangan non-comedogenic atau tidak mudah menyumbat pori-pori. Oleskan secukupnya sesuai kebutuhan kulit.

Pelembap membantu menjaga lapisan pelindung kulit tetap nyaman. Namun, produk ini bukan pengganti pengobatan untuk jerawat batu yang berat.

5. Lindungi kulit dari paparan matahari

Paparan sinar matahari dapat membuat bekas jerawat tampak lebih gelap pada sebagian orang. Karena itu, perlindungan kulit menjadi bagian penting dalam perawatan sehari-hari

Gunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih, berspektrum luas, dan berlabel non-comedogenic. Sesuaikan pemakaian dengan petunjuk pada kemasan, terutama ketika berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Jika kulit sedang iritasi, pilih produk yang terasa nyaman dan tidak menimbulkan sensasi terbakar.

6. Hindari mencoba banyak bahan alami sekaligus

Bawang putih, air lemon, baking soda, dan tomat sering disebut sebagai bahan perawatan jerawat rumahan. Namun, belum ada bukti kuat bahwa mengoleskan bahan-bahan tersebut dapat menghilangkan jerawat batu.

Sebagian bahan bahkan berisiko menyebabkan iritasi.

Lemon memiliki sifat asam, sedangkan bawang putih mentah dapat menimbulkan reaksi kulit yang berat pada sebagian orang. Baking soda juga dapat mengganggu keseimbangan lapisan pelindung kulit.

Jika ingin mencoba produk berbahan alami, pilih produk perawatan yang memang diformulasikan untuk kulit dan memiliki petunjuk penggunaan yang jelas. Jangan mengoleskan bahan dapur mentah langsung ke benjolan jerawat.

7. Pertimbangkan perawatan jerawat yang sesuai

Untuk jerawat ringan, beberapa bahan aktif dalam produk perawatan kulit dapat membantu, misalnya asam salisilat, benzoil peroksida, atau adapalene.

Namun, jerawat batu yang tumbuh dalam, terasa nyeri, atau berulang sering membutuhkan penanganan dokter kulit. Produk yang dijual bebas belum tentu cukup efektif untuk jenis jerawat ini.

Jangan menggunakan banyak bahan aktif sekaligus tanpa memahami cara pemakaiannya. Jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, konsultasikan terlebih dahulu sebelum menggunakan obat jerawat, terutama retinoid seperti adapalene.

Perawatan yang sesuai dapat berbeda pada setiap orang. Dokter akan mempertimbangkan jenis jerawat, tingkat peradangan, kondisi kulit, serta risiko terbentuknya jaringan parut


Disclaimer

Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan umum dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga medis. Efektivitas perawatan dapat berbeda pada setiap orang. Konsultasikan dengan dokter jika jerawat terasa nyeri, berulang, meninggalkan jaringan parut, atau tidak membaik.

Sumber: Haludoc

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  •  Jerawat Batu di Pipi: Perawatan Rumahan yang Aman dan Cara Mencegah Bekasnya
  •  Jerawat Batu di Pipi: Perawatan Rumahan yang Aman dan Cara Mencegah Bekasnya
  •  Jerawat Batu di Pipi: Perawatan Rumahan yang Aman dan Cara Mencegah Bekasnya
  •  Jerawat Batu di Pipi: Perawatan Rumahan yang Aman dan Cara Mencegah Bekasnya
  •  Jerawat Batu di Pipi: Perawatan Rumahan yang Aman dan Cara Mencegah Bekasnya
  •  Jerawat Batu di Pipi: Perawatan Rumahan yang Aman dan Cara Mencegah Bekasnya

Posting Komentar