Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla Kalimantan dan Sumatera: 800 Ribu Hektar Hutan Hangus, Ancaman Krisis Iklim Makin Parah

 

Leonardo DiCaprio soroti kebakaran hutan Kalimantan-Sumatera seluas 800 ribu hektar yang mengancam satwa liar, lingkungan, dan jutaan warga.

Aktor ternama sekaligus aktivis lingkungan dunia, Leonardo DiCaprio, kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Pulau Kalimantan dan Sumatera, Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @leonardodicaprio, bintang film Titanic tersebut memperlihatkan potret memprihatinkan dari kawasan hutan yang dilalap si jago merah.

Dalam unggahannya, DiCaprio membeberkan skala kerusakan yang luar biasa akibat bencana ini. Bintang Hollywood tersebut menuliskan narasi serta imbauan terkait ancaman lingkungan yang sedang berlangsung:

"DiCaprio menyebut lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800.000 hektar hutan telah terbakar. Ia mengatakan perubahan iklim membuat hutan Kalimantan semakin kering, panas, dan rentan terbakar. Kebakaran juga kerap dipicu pembukaan lahan untuk pertanian. Menurut DiCaprio, kebakaran lahan gambut melepaskan karbon dalam jumlah besar yang dapat memperparah krisis iklim dan mengancam keanekaragaman hayati. Lebih dari 5 juta orang juga disebut terpapar asap kebakaran."

Dampak dari karhutla ini tidak hanya merusak ekosistem dan memicu polusi udara bagi jutaan warga, tetapi juga mengancam keselamatan satwa liar endemik Indonesia. Di lapangan, seekor orangutan Kalimantan terlihat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama BOS Foundation. Di sisi lain, satwa langka seperti owa janggut putih Kalimantan berada dalam kondisi yang jauh lebih rentan dan kesulitan melarikan diri karena hampir seluruh aktivitas hidupnya bergantung pada tajuk pepohonan.

Secara keseluruhan, pemantauan data menunjukkan bahwa fenomena karhutla pada tahun 2026 ini meluas secara signifikan di beberapa wilayah Indonesia. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, total luas lahan yang terbilang terbakar di lima provinsi Pulau Kalimantan telah menembus angka 57.081,33 hektar. Capaian angka kerusakan lingkungan dalam tempo enam bulan ini bahkan sudah melampaui total luas karhutla sepanjang tahun 2025 di wilayah Kalimantan yang mencatatkan angka 55.717,27 hektar.

Ancaman karhutla Kalimantan dan Sumatera kini membutuhkan penanganan serius agar dampak emisi karbon dan kerusakan keanekaragaman hayati tidak terus memburuk.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال