BALI — Polemik pelayanan pariwisata di Bali kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. YouTuber dan selebritas Ria Ricis mengungkapkan rasa kecewanya saat hendak menikmati layanan penerbangan helikopter di Bali bersama putrinya, Moana. Ricis memilih membatalkan penerbangan tersebut karena merasa mendapat perlakuan kurang ramah dari petugas di lokasi.
Melalui kanal YouTube miliknya, Ricis membeberkan bahwa dirinya dan tim sudah hadir sesuai jadwal yang ditentukan. Namun, ia merasa pelayanan yang diterima kurang menyenangkan, bahkan menduga adanya diskriminasi pelayanan antara wisatawan domestik dan wisatawan asing.
"Yuk ke mobil, enggak jadi naik guys. Mbak-mbaknya judes. Padahal kita sudah bayar, tapi aku beneran enggak suka. Kalau sama bule senyum, sama kita judes," ujar Ria Ricis dalam unggahan videonya. Ricis juga menegaskan bahwa transaksi penerbangan tersebut tetap dilakukan secara berbayar, meskipun mendapatkan potongan harga melalui kesepakatan promosi (barter Instagram Story).
Klarifikasi Pihak Penyedia Jasa (Fly Bali)
Menanggapi keluhan yang viral tersebut, pihak manajemen Fly Bali merilis penjelasan resmi mengenai kronologi dan skema kerja sama yang terjadi di lapangan
Dalam keterangannya
Mekanisme Kesepakatan & Barter: Pihak Fly Bali menjelaskan bahwa awalnya tim pemasaran mengajukan penerbangan penuh secara complimentary (gratis)
. Namun, kesepakatan akhirnya disetujui menjadi penerbangan berbayar dengan diskon 20% yang disertai penukaran promosi berupa 1–2 Instagram Story . Kendala Keterlambatan Panggilan Terbang: Pada hari kejadian, kondisi heliport sedang sibuk dan hanya ada satu pilot yang bertugas karena pilot lainnya sedang membantu operasi penanganan kebakaran hutan
. Saat penerbangan tertunda, pilot yang bertugas juga sempat menunaikan ibadah . Pihak manajemen mengakui bahwa penjelasan keterlambatan dan pengarahan keselamatan (safety briefing) dari staf di lokasi mungkin disampaikan dengan cara yang kurang tepat sehingga memicu rasa tidak nyaman . Penyelesaian dan Evaluasi: Sebelum penerbangan berlanjut, pihak tamu memilih untuk menyelesaikannya dan langsung meninggalkan lokasi
. Pihak manajemen Fly Bali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami, serta berkomitmen melakukan evaluasi internal dan memperkuat pelatihan staf agar komunikasi layanan pelanggan ke depan menjadi lebih baik .
Isu ini menyita perhatian warganet, sekaligus menjadi pengingat pentingnya standar profesionalisme dan keramahan layanan bagi seluruh pelaku industri pariwisata tanah air.

