JAKARTA — Komisi XIII DPR RI mendorong pemenuhan hak dan kebutuhan biologis bagi para warga binaan atau narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas). Gagasan ini diusulkan langsung oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat.
Willy mengusulkan dua skema utama untuk mengakomodasi kebutuhan biologis warga binaan perempuan, yaitu penyediaan fasilitas bilik keluarga (bilik asmara) bagi narapidana yang sudah menikah, serta opsi penggunaan alat bantu seksual (sex toy) bagi narapidana yang belum memiliki pasangan sah.
Latar Belakang dan Tujuan Reintegrasi
Willy menjelaskan bahwa gagasan ini berlandaskan pada prinsip pemasyarakatan yang modern, yaitu reintegrasi sosial dan pemenuhan hak asasi manusia, bukan sekadar tempat penghukuman isolatif. Pengabaian terhadap pemenuhan kebutuhan biologis warga binaan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan fisik maupun psikologis selama masa penahanan.
"Satu, bilik keluarga bagi yang sudah berkeluarga. Yang kedua, alat bantu bagi yang membutuhkan," ujar Willy dalam penyampaiannya di hadapan warga binaan.
Ia menambahkan bahwa bagi warga binaan yang tidak memiliki pasangan resmi, opsi penggunaan alat bantu dapat menjadi solusi yang aman secara mandiri guna menjaga kesehatan emosional dan reproduksi.
Syarat Pengawasan dan Aspek Kesehatan
Meski mengusulkan pemenuhan fasilitas ini, DPR menekankan bahwa implementasinya di lapangan wajib disertai pengawasan dan regulasi yang ketat. DPR meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kemenkumham, serta Kepala Lapas (Kalapas) untuk mengawal teknis pelaksanaan, khususnya mengenai higiene, kebersihan, dan standar kelayakan kesehatan fasilitas tersebut.
Usulan ini menuai beragam tanggapan publik. Sebagian pihak menganggap kebijakan ini sebagai langkah progresif untuk memperlakukan warga binaan secara holistik dan manusiawi, sementara pihak lain meminta agar pemerintah mengkaji secara cermat tata kelola dan dampaknya terhadap norma serta keteraturan di dalam penjara.
