Di tengah ancaman krisis iklim dan tekanan terhadap sistem pangan global, sawah-sawah di Subang, Jawa Barat, menghadirkan sebuah pesan yang tenang namun tegas tentang masa depan.
Bukan sekadar hamparan padi yang menguning, tetapi hasil dari kerja panjang ilmu pengetahuan yang kini mulai menjawab kegelisahan lama tentang bagaimana memastikan pangan tetap tersedia, cukup, dan berkelanjutan bagi jutaan orang.
Panen perdana benih penjenis varietas padi unggul hasil pemuliaan mutasi iradiasi yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 30 April menjadi penanda sains tidak lagi berhenti di laboratorium, melainkan telah menjejak tanah, bertemu petani, dan mulai memberi dampak nyata.
Dalam kondisi saat ini yang diwarnai ancaman krisis pangan global, langkah ini menjadi penting karena menghadirkan alternatif berbasis ilmu yang terukur, bukan sekadar spekulasi.
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan pemanfaatan teknologi nuklir melalui radiasi sinar gamma telah melampaui batas persepsi lama yang kerap menganggapnya sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
.png)