Brasil Akan Dihantui Erling Haaland hingga Bertahun-tahun ke Depan, Kekalahan di Piala Dunia 2026 Jadi Bukti

 


VOKTIS.id – Timnas Brasil kembali harus mengubur impian meraih gelar juara dunia setelah tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Selecao harus mengakui keunggulan Norwegia dengan skor 1-2 dalam laga yang berlangsung sengit, Minggu (5/7/2026) waktu setempat.

Kekalahan tersebut tidak hanya menjadi akhir perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026, tetapi juga menghadirkan ancaman baru yang diperkirakan akan terus menghantui mereka pada tahun-tahun mendatang. Sosok itu adalah Erling Haaland, striker tajam Norwegia yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.

Dalam pertandingan tersebut, Brasil sebenarnya tampil cukup dominan sejak menit awal. Tim asuhan Carlo Ancelotti beberapa kali menciptakan peluang berbahaya dan bahkan memperoleh hadiah penalti pada babak pertama. Namun kesempatan emas tersebut gagal dimaksimalkan setelah eksekusi Bruno Guimaraes mampu digagalkan kiper Norwegia.

Kegagalan penalti itu menjadi titik balik jalannya pertandingan. Norwegia yang lebih sabar menunggu kesempatan mulai menemukan ritme permainan dan berhasil memanfaatkan setiap kesalahan yang dilakukan lini belakang Brasil.

Erling Haaland kemudian menjadi pembeda. Penyerang berusia 25 tahun itu mencetak dua gol penting yang memastikan kemenangan Norwegia sekaligus mengubur harapan Brasil untuk melangkah ke babak perempat final.

Ketajaman Haaland kembali menjadi bukti mengapa dirinya saat ini disebut sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia. Dengan postur yang kuat, kecepatan tinggi, dan penyelesaian akhir yang sangat efektif, ia mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam beberapa peluang.

Dua gol ke gawang Brasil juga menambah koleksi gol Haaland di Piala Dunia 2026 menjadi tujuh gol. Catatan tersebut membuatnya masuk dalam persaingan perebutan Sepatu Emas sekaligus menjadi pemain paling berpengaruh dalam perjalanan Norwegia di turnamen ini.

Keberhasilan menyingkirkan Brasil juga menjadi sejarah baru bagi Norwegia. Untuk pertama kalinya, negara asal Skandinavia itu berhasil melangkah ke babak perempat final Piala Dunia. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa Norwegia kini tidak lagi hanya mengandalkan nama besar Haaland, melainkan telah berkembang menjadi tim yang solid di semua lini.

Bagi Brasil, hasil ini menjadi pukulan telak. Selecao kembali gagal mengakhiri puasa gelar Piala Dunia yang telah berlangsung sejak tahun 2002. Dalam beberapa edisi terakhir, Brasil memang selalu datang sebagai salah satu kandidat juara, tetapi berulang kali harus tersingkir sebelum mencapai partai final.

Sorotan pun mengarah kepada pelatih Carlo Ancelotti yang baru dipercaya menangani Brasil. Meski memiliki skuad bertabur bintang, pelatih asal Italia tersebut dinilai belum mampu mengembalikan karakter permainan menyerang yang selama ini menjadi identitas Selecao.

Selain masalah penyelesaian akhir, pertahanan Brasil juga dianggap masih menyisakan banyak celah ketika menghadapi penyerang dengan kualitas tinggi seperti Haaland. Dua gol yang dicetak striker Norwegia memperlihatkan bahwa Brasil masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin kembali mendominasi sepak bola dunia.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah usia Erling Haaland yang masih berada dalam periode emas sebagai pesepak bola. Dengan usia yang baru menginjak 25 tahun, mantan penyerang Borussia Dortmund tersebut diperkirakan masih akan menjadi andalan Norwegia dalam beberapa turnamen besar mendatang, termasuk Piala Dunia berikutnya.

Artinya, Brasil kemungkinan besar masih akan kembali berhadapan dengan Haaland apabila kedua tim bertemu di kompetisi internasional. Jika performanya tetap konsisten, bukan tidak mungkin striker tersebut akan terus menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Selecao selama bertahun-tahun ke depan.

Di sisi lain, kekalahan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Federasi Sepak Bola Brasil. Regenerasi pemain, peningkatan efektivitas lini depan, hingga pembenahan organisasi permainan menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan apabila Brasil ingin kembali bersaing memperebutkan trofi Piala Dunia.

Sementara itu, Norwegia melaju ke babak perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Penampilan impresif Haaland membuat banyak pengamat menilai mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam yang berpotensi memberikan kejutan hingga fase akhir turnamen.

Kemenangan atas Brasil menjadi bukti bahwa Norwegia kini memiliki kualitas untuk bersaing dengan negara-negara besar. Selama Erling Haaland mampu mempertahankan performa terbaiknya, ancaman bagi tim-tim elite dunia—termasuk Brasil—diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال